Pages

Thursday, December 8

#IndoSinglesClub Edisi 2




Dua minggu lalu, projek musik kesukaan kita semua ini mendapat banyak sekali kejutan. Yang pertama, dibahas di RollingStone Indonesia (meski baru websitenya saja). Yang kedua dan jauh lebih penting, teman teman kita dari Malang setuju untuk bergabung. Kini #IndoSinglesClub resmi diperkuat 10 webzine dari 9 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. 10 webzine itu adalah: Kanal Tiga Puluh (Malang), Wave (Medan), Padang On Stage (Padang), Depan Monitor (Pekan Baru), Hujan Radio (Bogor), Gigsplay (Bandung), Houtskools (Semarang), Berisik Radio (Tangerang), KVLT Magz (Jakarta) dan XYZ Webzine (Jogja).
Menarik untuk melihat masing masing kota datang dengan pilihan band yang variatif. Tentu, lebih menarik lagi bila kalian yang bermain music turut mengirimkan materi agar kita tahu Indonesia punya banyak lagi pilihan yang menarik dan masih underrated. Tanpa banyak basa basi lagi, inilah #IndoSinglesClub edisi 2

THE SATURDAY GUY
Domisili: Bandung 
Recommended by: @gigsplay
 
Perkenalkan THE SATURDAY GUY
Band indie folk / imagine pop asal Bandung. The Saturday Guy sedikit banyak terpengaruh dengan gaya bermusik Dyla Mondegreen, The Sundays, Math and Physics Club, dan beberapa lagi yang lain. Mereka telah merilis tiga mini album (EP) dibawah Dufflecoat Records (London, Inggris)
Guitar, Wine, Cigars, and Poetry, EP pertama The Saturday Guy berisi dua lagu. Kemudian, mini album kedua mereka, Everlasting Doesn't Last Forever mengambil sudut pandang musim gugur dengan filosofi begitu banyak pertanyaan dalam hidup yang tidak akan pernah dijawab lalu EP mereka terakhir, Snow Sighning On Winter, dengan konsep musim salju, khayalan, halusinasi, dan masa depan.
The Saturday Guy diwakili Even if I Gaze, lagu yang diambil dari mini album kedua mereka (Everlasting Doesn't Last Forever) untuk IndoSinglesClub edisi kedua.

THE VOLCANO
Domisili: Bogor 
Recommended by: @Hujan! Radio
 
Perkenalkan THE VOLCANO
Nama the volcano terinspirasi dari sebuah film korea ( Happy life ) yang menceritakan tentang semangat dalam bermusik yang tak kunjung padam. Meski untuk mencapai impian mereka dalam membentuk sebuah band tidak semudah yang mereka kira. Terbentuk pada tanggal 22 januari 2009 di kota hujan bogor, menurut the volcano musik adalah suatu bahasa yang universal yang dapat di mengerti oleh semua orang, dimana musik menyuarakan isi hati sang pemusik yang memang ingin mengeluarkan dan membagikan apa yang mereka rasakan kepada semua orang.

   The Volcano - Motor Butut by indosinglesclub



GOODNIGHT KISS FROM LUNA

Domisili: Padang
Recommended by: @PadangOnStage
Perkenalkan GOODNIGHT KISS FROM LUNA

Goodnight Kiss From Luna adalah sebuah band Pop Electronic yang masih sangat muda, terbentuk tahun 2010 tapi sangat bersemangat dalam menelurkan karya. Band ini terbilang unik karena beberapa personilnya memiliki latar belakang yang kental dengan musik keras namun ternyata mampu menciptakan musik elektronik yang memikat, single "I Know My Mistake" adalah salah satu sampelnya. For your info, akhir tahun ini Goodnight Kiss From Luna sedang menggarap video klip dari single tersebut yang juga bakal melengkapi sajian mini album pertama mereka "Lembar Baru" yang segera rilis. Kalau kamu menyenangi musik semacam Owl City, The Ready Set, Forever The Sickest Kids, Cash Cash, or Breathe Electric, kamu bakal menyukai Goodnight Kiss From Luna.

   Goodnight Kiss From Luna - I Know My Mistake (feat Derick Baby Press) by indosinglesclub



THE CHEMO
Domisili: Semarang 
Recommended by: @houtskools
 
Perkenalkan THE CHEMO
Sekumpulan bocah yang sudah melawan arus selama 4 tahun dan inilah hasil karya dari salah satu band garage rock dari kota semarang. Lagu yang bercerita tentang seorang yang mencari jatidiri sampai akhirnya mendapatkan sebuah titik temu dan silahkan nikmati singles dari mereka!

   The Chemo - Shoutout by indosinglesclub

AAS
Domisili: Medan 
Recommended by: @wavezine
 
Perkenalkan AAS
Band garage-punk / lo-fi / indie-rock asal kota Medan ini berhasil bertahan sebagai fenomena cult bahkan di Indie scene Medan sendiri. Terdengar makin gelap dan berbahaya di lagu Bonaparte yang direkam ulang ini, AAS berencana untuk merilis split album bersama band berbahaya lainnya, TRAP. Nantikan.

  AAS - Bonaparte by indosinglesclub

MOTHERWISH
Domisili: Malang 
Recommended by: @KANALTIGAPULUH
 
Perkenalkan MOTHERWISH
Terbentuk pada 27 Juli 2007 di Malang, Jawa Timur, Indonesia. Distorsi yang kotor dan lirik yang penuh dengan nada kritik menjadi karakter mereka. Sosok ibu dipilih karena merupakan sosok yang penuh kebaikan di dalamnya. Seperti ibu yang menaruh sebuah harapan besar terhadap anak-anaknya, Motherwish menaruh sebuah harapan dari musik yang lebih baik dari waktu ke waktu.


SOLECISM
Domisili: Pekan Baru 
Recommended by: @depanMonitor 

Perkenalkan SOLECISM
SOLECISM adalah sebuah band yang berasal dari Pekanbaru. Mengusung musik Alternative rock dan terpengaruh oleh band-band seperti Weezer, Devo, The Rentals, Teenage fan club, Grandaddy, Yo La Tengo dan beberapa band Britpop seperti Blur dan The Housemartins.
Pada akhir 22 April 2011, Solecism merilis EP pertama yang berjudul Amizade Animal. Yang dalam bahasa Portugis berarti persahabatan binatang. EP pertama Solecism ini menyuguhkan music yang ceria dengan lirik yang dekat dengan keseharian. Dan lagu Cigar red ini adalah salah satu lagu yang terdapat di EP Amizade animal. Menceritakan tentang bahwa merokok itu bukanlah sesuatu yang membanggakan.

   Solecism - Cigar Red by indosinglesclub

SCENIC
Domisili: Jakarta 
Recommended by: @berisikradio
 

Perkenalkan SCENIC
Band dari Jakarta Timur ini mengaku mengusung genre Post Rock Instrumental. Scenic berdiri sejak 24 february 2010, pada awalnya Scenic mengusung genre Shoegaze, Dreampop, Ambient, namun semenjak kepergian vocalist nya, Scenic pun mengubah kemasan bermusik mereka menjadi PostRock. Scenic sendiri mengangkat tema-tema konspirasi dalam kehidupan melalui judul-judul lagu mereka maupun melalui media visual yang kerap mereka bawa.

   Scenic - Fakeness Around Us by indosinglesclub

DIVIDE
Domisili: Jakarta 
Recommended by: @KVLTmagz
 

Perkenalkan DIVIDE
Band rock electronica yang berasal dari Jakarta selatan dan dibentuk di awal 2009. Berawal dari pertemanan satu sekolah mereka berambisi untuk membakar setiap panggung yang ada.




Wednesday, November 30

Thursday, November 24



#IndoSinglesClub
      Satu minggu rasanya berjalan cepat sejak ide ini pertama kali digulirkan, #IndoSinglesClub langsung ditanggapi serius oleh 9 webzine dari 8 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. 9 Webzine itu adalah: Wave (Medan), Padang On Stage (Padang), Depan Monitor (Pekan Baru), Hujan Radio (Bogor), Gigsplay (Bandung), Houtskools (Semarang), Berisik Radio (Tangerang), KVLT Magz (Jakarta) dan XYZ Webzine (Jogja). Ide untuk menyebarkan pahlawan lokal dari masing masing daerah untuk diekspos ke skala nasional, menjadi jawaban untuk menunjukkan kebanggaan kota masing masing. Band band yang dipilih oleh masing masing webzine dipilih berdasarkan pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemilihan ini tentunya didasarkan bahwa band yang dipilih dapat mewakili kota tersebut. Siapa sajakah mereka? 

SIXFLOW
Domisili: Padang
Recommended by: @
padangonstage 
Perkenalkan SIXFLOW
      Banyak band di Kota Padang memilih genre yang beraura cadas untuk alas perjalanan bermusik mereka. Pengaruh musik rock 90'an dan musik metal underground, bahkan punk masih begitu kental di ranah Minang. Tak banyak band yang terdeteksi tumbuh dan berkembang dengan genre-genre yang albino dari musik cadas/keras di Kota Padang.
      
Tidak seperti kebanyakan lagu cinta yang menye-menye, lagu ini dikemas up beat dan mampu membuat kaki-kaki penikmat lagu ini untuk bergoyang sesuai ritme mereka. Secara keseluruhan, lagu ini adalah hadiah yang pas buat lo yang sedang jatuh cinta. Enam orang anak muda yang masing-masing bernama Vany (Vocal), Andry (Guitar), Alma (Guitar), Gybo (Bass), Tya (Keyboard) dan Ando (Drum) ini memiliki potensi untuk menghipnotis penikmat musik easy listening dengan musik-musik ala Sixflow yang nanti di tanggal 26 November akan genap berusia dua tahun.

  SIXFLOW - KU JATUH CINTA by indosinglesclub

UNDER THE BIG BRIGHT YELLOW SUN
Domisili: Bandung
Recommended by: @
gigsplay 
Perkenalkan UNDER THE BIG BRIGHT YELLOW SUN
Setelah sukses dengan split album “We Sit Under The Big Bright Yellow Sun In The Sparkle Afternoon” (Loudforgoodness Records, 2010) bersama band shoegaze / pop asal Bandung, Sparkle Afternoon. Under The Big Bright Yellow Sun (UTBBYS) band yang telah berkecimpung di skena musik post-rock / Instrumental Indonesia sejak tahun 2007 silam ini dalam waktu dekat akan mengeluarkan full-lenght album pertama.
Single “Robotics” sendiri bercerita tentang sebuah sistem, betapa manusia kadang tidak berdaya melawan suatu sistem sehingga mereka terus mengikutinya seperti layaknya sebuah Robot.

  Under the Big Bright Yellow Sun - Robotics by indosinglesclub 


CDR
Domisili: Pekan Baru
Recommended by: @
depanMonitor 
Perkenalkan CDR
C.D.R adalah kependekan dari Community D Rock n roll. Adalah sebuah band asal Pekanbaru yang berdiri pada pertengahan 2008. Berawal dari pertemanan di kampus, Dicky (guitar/vocal), Awin (guitar), Andy (bass) dan John (drum) akhirnya sepakat untuk membuat sebuah band. Mereka memainkan music garage rock dan mengaku terpengaruh nama nama seperti The Hellacopters, Pink Floyd, The Fever, Ice age cobra, Bad Company sampai The Datsuns.
Pada lagu need money ini, mereka bercerita tentang kesenangan ketika mempunyai uang dan betapa uang itu sangat dibutuhkan. Mereka juga percaya bahwa Rock n Roll tak akan pernah basi dan akan bisa terus berevolusi.

  CDR - Need Money by indosinglesclub 

HIDDEN MESSAGE
Domisili: Bogor
Recommended by: @
Hujan! Radio
Perkenalkan HIDDEN MESSAGE
Band power pop asal Cibinong-Bogor yang percaya bahwa setiap kejadian yang terjadi di dunia mempunyai pesan tersembunyi yang mempunyai arti mendalam. Terbentuk di tanggal 18 Februari 2006, band ini percaya arti pesan tersembunyi bisa membuat dunia jadi tempat yang lebih baik.

   Hidden Message - Rasa Ini Takkan Pernah Mati (anotherbonR Remix Feat. Dita Maulani) by indosinglesclub

THE BRENGSEX
Domisili: Medan
Recommended by: @wavezine
Perkenalkan THE BRENGSEX
Band modern hard rock asal Medan yang bukan hanya nama band dan judul lagu yang bad ass, tapi juga lagu lagunya yang bener bener kenceng dan cadas. Dipengaruhi band band kayak Graveyard, The Datsuns ataupun Wolfmother, The Brengsex siap jadi idola baru musik rock.

   THE BRENGSEX - OUT OF CONTROL by indosinglesclub


PLUG & PLAY
Domisili: Tangerang
Recommended by: @
berisikradio
Perkenalkan PLUG & PLAY
Band yang mengusung visi bermusik UNIVERNATIVE ini terbentuk sejak tahun 2002. Masih tetap bertahan setelah sekian tahun dan single 'Tak Baik' menjadi andalan mereka untuk dunia musik Indonesia. Dengarkan &Nikmati.


   Plug & Play - Tak Baik by indosinglesclub

I PUNCH WEREWOLF
Domisili: Bekasi
Recommended by: @KVLTmagz
Perkenalkan I PUNCH WEREWOLF
Band Metalcore yang satu ini mengibaratkan bandnya bagai sebuah mobil custom. Mesin untuk menggerakkannya di ambil dari rangkaian mesin-mesin pilihan dari The Black Dahlia Murder, Bring Me The Horizon dan Parkway Drive. Band yang terbentuk sejak tahun 2009 ini cukup percaya diri akan kemampuan bermusiknya bisa dilihat dengan bagaimana mereka mempromosikan musiknya melalui dunia maya.

   I Punch Werewolf - Stay Gorgeous by indosinglesclub


METALIC ASS

Domisili: Jogja
Recommended by: @XYZ_webzine
Perkenalkan METALIC ASS
“Saatnya mengembalikan metal dengan menonton band-band thrash metal//Kita nonton Metallica//Kita nonton Megadeth//Kita nonton Slayer//Kita nonton Anthrax”
Kalimat-kalimat itu merupakan penggalan lirik ‘Thrash Metal 1983’. Pemiliknya: Metallic Ass. Pada 2 April 2011, band asal Yogyakarta ini menelurkan album ‘Thrash Metal 1983’. Band yang berdiri pada 2008 ini ikut berselancar dalam gelombang kebangkitan thrash di Indonesia.
Demam musik thrash di Indonesia berkelindan dengan fenomena di dunia. Indonesia ikut merasakan gelombang tersebut. Tidak hanya terjadi di Jakarta yang dikenal menjadi alas biak band-band thrash metal macam Gigantor dan Social Black Yelling, Metallic Ass asal Yogya ikut unjuk taring.

Monday, November 21

[Video] Depresi Demon - Dirt


Depresi Demon - Dirt

Monday, November 14

Wednesday, November 9

Interview: Racer Cycle Bagi Bagi CD Gratis

Ada satu hal yang terus berputar di benak saya ketika mendengar cerita tentang aksi membagi-bagi EP yang dirilis dalam bentuk fisik, secara gratis oleh Racer Cycle.

Bagi saya, hal tersebut adalah langkah yang cukup gila! Yah, ditengah kondisi dimana masih sangat banyak saya menemukan keluhan dari band-band Medan lain, tentang betapa susahnya membuat rilisan, Racer Cycle malah membagi rilisan mereka secara gratis!

Baiklah, langsung saja simak wawancara saya dengan mereka.





WAVE  : Menurutku, aksi membagi-bagi EP kalian itu adalah langkah yang cukup gila! Apa sih hal yang mendorong kalian untuk melakukan hal tersebut?

Racer Cycle : Hal yang mendorong kami membagi-bagi EP secara gratis sebenarnya sederhana, kami ingin memberi sesuatu untuk scene hardcore Medan. Setelah empat tahun kami terbentuk, dan melewati berbagai hal di dalam perjalanan kami sebagai sebuah band, kami ingin mengenalkan siapa itu Racer Cycle, musik seperti apa yang kami mainkan, dan membuktikan kalau kami bisa berkarya.

WAVE  : Hmm, tetap saja aku masih merasa langkah yang kalian lakukan itu cukup gila, karena seperti kita tahu, untuk membuat rilisan, kita pasti terbentur dengan masalah dana, ongkos produksi, bagaimana kalian mengatasi hal tersebut?

Racer Cycle : Untuk pertanyaan tersebut, jawaban kami singkat, kami memiliki keinginan yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan hambatan seperti uang, teknis, kemasan, dan sebagainya. Intinya adalah komunikasi yang baik diantara sesama personil, karena kami menyadari bahwa untuk mampu membuat rilisan, harus ada rasa kolektif yang kuat diantara sesama personil.


WAVE  : Baiklah, sekarang kita berbicara mengenai EP kalian, bisa kalian ceritakan pengaruh musik apa yang kalian dengar saat mengerjakan EP ini, dan bercerita tentang apa lirik yang kalian tulis?


Racer Cycle : Saat mengerjakan EP ini, kami banyak mendengarkan band-band seperti Hatebreed, Terror, dan First Blood. Sementara itu, untuk lirik bercerita tentang hal-hal yang sifatnya kritik, baik itu tentang kehidupan sehari-hari, kondisi scene, hingga pemerintah.

WAVE  : Hmm, bagaimana dengan kendala yang kalian hadapi dalam pengerjaan EP ini?

Racer Cycle : Kendala pasti ada, terutama kendala teknis, tapi pada akhirnya bisa kami hadapi.


WAVE  : Jadi, apa yang kalian harapkan dari rilisnya EP ini?/

Racer Cycle : Tidak muluk-muluk, EP ini adalah salah satu bentuk pengenalan kami kepada teman-teman yang ingin mengetahui seperti apa musik Racer Cycle. Kami juga berharap, dengan rilisnya EP ini, kami bisa lebih diapresiasi oleh teman-teman semua.

WAVE  : Oke, sekarang aku ingin bertanya hal diluar dari EP ini. Kita tahu perkembangan scene, terutama hardcore, sedang sangat tinggi. Banyak band-band baru bermunculan, bagaimana tanggapan kalian terhadap hal ini?

Racer Cycle : Betul, hal tersebut bagi kami adalah sesuatu yang sifatnya positif, kami jadi memiliki banyak teman, dan tentu membuat kami menjadi semakin bersemangat. Kami tidak ingin terlalu ambil pusing, apakah band itu muncul karena hardcore sedang tren, atau memang sungguh-sungguh dari passion mereka sendiri. Bagi kami, selama kita memandang hal tersebut sebagai sesuatu yang positif, maka hal tersebut bukanlah menjadi masalah yang berarti.

WAVE  : Bagaimana dengan perbedaan, atau gap yang terdapat di dalam komunitas?

Racer Cycle : Kami melihat perbedaan itu hanya sebatas beda tongkrongan saja, kami sendiri tidak membatasi diri, dan ingin membaur ke semua, tidak ada batasan dan masalah terhadap hal ini.

WAVE  : Terakhir, apa hal yang ini kalian sampaikan sebagai penutup wawancara sore ini?

Racer Cycle : Yah, semoga harapan kami dengan rilisnya EP ini bisa terwujud, kami semakin diapresiasi. Untuk band-band yang baru muncul, terus kembangkan musik kalian, pahami dan eksplor roots lebih jauh.  

TEKS: Fandi Abdullah
FOTO: T. Furqan Ahmadi

Tuesday, October 4

Interview Security In jail + Download -Impossible Become Possible (EP)

 
Interview Security In Jail dan download EP mereka
berikut wawancara kami dengan salah satu personil band Security In Jail (SIJ),tentang rencana kedepan mereka dan rilis gratis EP mereka  

WAVE: Security In Jail itu siapa aja?

Security In Jail/Obo: Vocal: Luqman & Obo, Gitar ada Malil, Kevin, Bass Ibe dan Aldi di drum

WAVE: Ceritain dong terbentuknya Security In Jail

SIJ/Obo: Awalnya kami teman satu smp, kecuali Malil. Jadi kami coba-coba buat band yang alirannya masih belum jelas dan namanya bandnya juga belum securityinjail

WAVE: Pengalaman paling berkesan selama ini?

SIJ/Obo: Waktu launching EP pertama kami, selain itu kami juga sempat main diluar medan bisa sepanggung sama the upstair, the brandals, the changcuters itu juga cukup mengesankan
-------------
WAVE: Baru baru ini, kalian manggung lagi nih setelah sekian lama, padahal seinget WAVE kalian rilis album udah setahun yg lalu, habis itu kemana aja?

SIJ/Obo: Setelah kita launching EP, kita sepakat untuk vacum karena ada beberapa personil yang kuliah diluar kota. Tapi sekarang kami udh ngumpul lagi

WAVE: Apa yang udah berubah sejak setahun lalu?

SIJ/Obo: Gak banyak yang berubah personil kami masih tetap sama kayak yang dulu, cuma Kevin (Gitaris) digantikan sama additional karena dia masih kuliah diluar kota dan genre kami tetap metalcore

WAVE: Scene Medan juga udah agak berubah setahun ini, kalian pribadi ada gak yg masih ngikutin scene Medan? Gimana menurut kalian?

SIJ/Obo: Mungkin sekarang scene medan didominasi hardcore,menurut kami itu bagus kerana hardcore dimedan sudah lebih maju

WAVE: Album debut kalian penerimaannya cukup bagus dan sekarang udah pada ngumpul lagi, apa rencana kalian ke depannya?

SIJ/Obo: Yang jelas kami ingin bangkit lagi karena sempat vakum, full album juga kami rencanakan kedepanya

WAVE: Gak rugi karena ngerilis album gratis via internet nih?

SIJ/Obo: Hahaha, gak. Soalnya dari situ kami bisa sekalian promosi untuk full album kami nanti. Thanks interviewnya!