Ada satu hal yang terus berputar
di benak saya ketika mendengar cerita tentang aksi membagi-bagi EP
yang dirilis dalam bentuk fisik, secara gratis oleh Racer Cycle.
Bagi saya, hal tersebut adalah
langkah yang cukup gila! Yah, ditengah kondisi dimana masih sangat banyak
saya menemukan keluhan dari band-band Medan lain, tentang betapa susahnya
membuat rilisan, Racer Cycle
malah membagi rilisan mereka secara gratis!
Baiklah, langsung saja simak
wawancara saya dengan mereka.
WAVE : Menurutku, aksi
membagi-bagi EP kalian itu adalah langkah yang cukup gila! Apa
sih hal yang mendorong kalian untuk melakukan hal tersebut?
Racer Cycle : Hal yang
mendorong kami membagi-bagi EP
secara gratis sebenarnya sederhana, kami ingin memberi sesuatu untuk
scene hardcore Medan. Setelah empat tahun kami terbentuk, dan melewati
berbagai hal di dalam perjalanan kami sebagai sebuah band, kami ingin
mengenalkan siapa itu Racer Cycle, musik seperti apa yang kami
mainkan, dan membuktikan kalau kami bisa berkarya.
WAVE : Hmm, tetap saja
aku masih merasa langkah yang kalian lakukan itu cukup gila, karena
seperti kita tahu, untuk membuat rilisan, kita pasti terbentur dengan
masalah dana, ongkos produksi, bagaimana kalian mengatasi hal tersebut?
Racer Cycle :
Untuk pertanyaan tersebut, jawaban kami singkat, kami memiliki keinginan
yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan hambatan seperti uang, teknis,
kemasan, dan sebagainya. Intinya adalah komunikasi yang baik diantara
sesama personil, karena kami menyadari bahwa untuk mampu membuat rilisan,
harus ada rasa kolektif yang kuat diantara sesama personil.
WAVE : Baiklah, sekarang
kita berbicara mengenai EP kalian, bisa kalian ceritakan pengaruh
musik apa yang kalian dengar saat mengerjakan EP
ini, dan bercerita tentang apa lirik yang kalian tulis?
Racer Cycle : Saat mengerjakan
EP ini, kami banyak mendengarkan band-band seperti Hatebreed,
Terror, dan First Blood. Sementara itu, untuk lirik bercerita
tentang hal-hal yang sifatnya kritik, baik itu tentang kehidupan sehari-hari,
kondisi scene, hingga pemerintah.
WAVE : Hmm, bagaimana
dengan kendala yang kalian hadapi dalam pengerjaan EP
ini?
Racer Cycle : Kendala
pasti ada, terutama kendala teknis, tapi pada akhirnya bisa kami hadapi.
WAVE : Jadi, apa yang
kalian harapkan dari rilisnya EP
ini?/
Racer Cycle : Tidak muluk-muluk,
EP ini adalah salah satu bentuk pengenalan kami kepada teman-teman
yang ingin mengetahui seperti apa musik Racer Cycle. Kami juga
berharap, dengan rilisnya EP
ini, kami bisa lebih diapresiasi oleh teman-teman semua.
WAVE : Oke, sekarang
aku ingin bertanya hal diluar dari EP
ini. Kita tahu perkembangan scene, terutama hardcore,
sedang sangat tinggi. Banyak band-band baru bermunculan, bagaimana tanggapan
kalian terhadap hal ini?
Racer Cycle : Betul,
hal tersebut bagi kami adalah sesuatu yang sifatnya positif, kami jadi
memiliki banyak teman, dan tentu membuat kami
menjadi semakin bersemangat.
Kami tidak ingin terlalu ambil pusing, apakah band itu muncul karena
hardcore sedang tren, atau memang sungguh-sungguh dari passion
mereka sendiri. Bagi kami, selama kita memandang hal tersebut sebagai
sesuatu yang positif, maka hal tersebut bukanlah menjadi masalah yang
berarti.
WAVE : Bagaimana dengan
perbedaan, atau gap yang terdapat di dalam komunitas?
Racer Cycle : Kami melihat
perbedaan itu hanya sebatas beda tongkrongan saja, kami sendiri tidak
membatasi diri, dan ingin membaur ke semua, tidak ada batasan dan masalah
terhadap hal ini.
WAVE : Terakhir, apa
hal yang ini kalian sampaikan sebagai penutup wawancara sore ini?
Racer Cycle : Yah, semoga
harapan kami dengan rilisnya EP
ini bisa terwujud, kami semakin diapresiasi. Untuk band-band yang baru
muncul, terus kembangkan musik kalian, pahami dan eksplor roots
lebih jauh.
TEKS: Fandi Abdullah
FOTO: T. Furqan Ahmadi

0 comments:
Post a Comment